Kamis, 01 Desember 2016
Selasa, 26 April 2016
MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI PAUD MELATI
GERAKAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI
PAUD MELATI DESA WATES
Gerakan motorik kasar adalah kemampuan yang
membutuhkan koordinasi sebagian besar bagian tubuh anak.oleh karena itu
biasanya memerlukan tenaga karena dilakukan oleh otot –otot yang lebih
besar.pengembangan gerakan motorik kasar juga memerlukan koordinasi kelompok
otot otot anak yang tertentuyang dapat membuat mereka dapat meloncat, memanjat,
berlari, naik sepeda roda tiga serta berdiri dengan satu kaki.
Gerakan motorik kasar melibatkan
aktivitas otot tangan, kaki, dan seluruh tubuh anak. Gerakan ini mengandalkan
kematangan dalam koordinasi. Berbagai gerakan motorik kasar yang dicapai anak
tentu sangat berguna bagi kehidupannya kelak.dalam perkembangannya, motorik
kasar berkembang lebih dulu daripada motorik halus.hal ini dapat dilihat saat
anak sudah dapat menggunakan otot-otot kakinya untuk berjalan sebelum ia dapat
mengontrol tangan dan jarinya untuk menggunting dan meronce.
Rabu, 17 Februari 2016
Persiapan Kemampuan Membaca pada Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Belajar Sambil Bermain dan Bermain Sambil Belajar
Persiapan Kemampuan Membaca
(VISUAL, AUDITORY & KOORDINASI GERAKAN OTOT BICARA)
(VISUAL, AUDITORY & KOORDINASI GERAKAN OTOT BICARA)
Membaca adalah aktifitas belajar
yang dominan memerlukan indera visual dan juga melibatkan fungsi penginderaan
lain di otak.
Kemampuan yang diperlukan untuk
membaca
•
Mengenal bentuk
•
Mengenal perbedaan bunyi huruf
•
Mengenal rangkaian (pola)
•
Mengenal perbedaan intonasi
Persiapan Kemampuan Menulis
•
Visual Attention/recognition:
perhatian visual mengenai bentuk huruf-huruf dan mengenalnya kembali
•
Motorik: gerakan motorik halus (fine
motor)
•
Visuo senso motorik: gerakan tangan
yg dikoordinasikan oleh mata dan rasaan propioseptic
•
Visuo Spasial: kemampuan menempatkan
posisi tubuh dalam ruang atau posisi alat gerak terhadap tubuh
Visual auditorik memori: mengenal
kembali apa yang pernah ditulis dan di dengar
Kemampuan yang diperlukan untuk
membaca dan menulis
•
Mengenal bentuk
•
Mengenal perbedaan bunyi huruf
•
Mengenal rangkaian (pola)
•
Kekuatan jari-jari tangan
•
Kelenturan gerakan pergelangan
tangan
Ma Main yang mendukung keaksaraan untuk
anak usia 1-2 tahun
•
Bernyanyi lagu
dengan irama sederhana yang diulang-ulang disertai gerakan sederhana
•
Membacakan buku
yang sudah dikenal anak
•
Mengajak anak
bertepuk tangan mengikuti irama
•
Menyebut nama
anak dengan perlahan menurut suku katanya.
•
Bermain dengan
berbagai bentuk
•
Bermain puzzle
tunggal
•
Melibatkan anak
saat membereskan mainan yang sudah digunakannya untuk mengenalkan klasifikasi.
•
Memperkuat
motorik kasar anak dengan membolehkan anak berlari, dan bergerak bebas, serta
melatih kekuatan motorik halusnya dengan cara memegang, meremas, menjumput,
menjepit, merobek kertas, dll.
Kegiatan yang mendukung kemampuan
menulis anak 2-3 tahun
•
Membuat coretan
pada kertas besar dengan crayon atau spidol.
•
Membuat coretan
dengan batang kayu di tanah atau pasir
•
Melukis dengan
cat jari
•
Menjepit
biji-bijian atau buah-buahan terbuat dari kayu dengan wadah dan penjepit.
•
Mengocok air
sabun dengan alat pengocok telur
•
Meremas: daun,
koran bekas, parutan kelapa, ublek, tanah lempung, playdough, dll.
•
Mencetak
playdough, tanah liat, pasir basah dengan cetakan huruf
•
Kegiatan
menggunting: kertas bekas dengan berbagai ketebalan, daun, atau bahan lainnya
Main keaksaraan untuk mendukung
kemampuan membaca anak usia 4-6 tah
•
Buku – buku –
buku – buku
•
Membolehkan
anak untuk memilih buku cerita yang diminatinya
•
Menuliskan nama
anak, lalu anak menyusunnya dengan menggunakan kartu huruf
•
Menuliskan
kegiatan yang dikerjakan anak, misalnya menuliskan menu bila praktek memasak,
menuliskan ceritanya.
•
Mendiskusikan
kata baru yang didapatkan dari buku bacaan.
•
Bermain
menyelesaikan kata, misalnya bo + la = bola
•
Menggabungkan
kartu suku kata dengan mencocokkan kata yang telah dibuat kader
•
Memancing kartu
huruf sesuai nama sendiri
•
Mencetak huruf
dengan playdough sesuai dengan namanya
•
Mencari kartu
yang bertuliskan nama temannya
•
Membaca puisi
yang memuat kata-kata yang hampir sama hurufnya, misalnya Tari senang menari,
Tari juga senang berlari, dst
•
Membuat cerita
dari kumpulan kalimat yang diucapkan anak.
•
Menuliskan nama
anak dengan mengubah huruf awal dengan huruf yang sedang diperkenalkan,
misalnya mengenalkan huruf S, nama Kania jadi Sania, Tiara menjadi Siara, dst.
Anak diminta untuk membaca nama dan menebak nama siapa yang dituliskan.
•
Mengelompokkan
nama binatang yang huruf depannya sama, misalnya katak, kura-kura, kadal, dst.
Selasa, 16 Februari 2016
Asyiknya Bermain Air di Paud Melati Wates
Bermain Air
Bermain dengan air merupakan salah satu
kesenangan anak dan banyak sekali manfaatnya bagi perkembangan anak antara lain
perkembangan kognitif,bahasa,motorik dan sosial emosional .Bermain air
menawarkan banyak kemungkinan bagi anak mengungkapkan gagasan-gagasan serta
perasaan mereka secara alami.Pengalaman menyentuh dan merasakan air melalui
jari-jarinya memberikan kemungkinan pembelajaran yang kaya. Pendidik dapat
mengarahkan permainan tersebut agar anak dapat memiliki berbagai pengalaman
tentang air.
1.
Tahapan-tahapan
bermain air.
Menurut Dodge seperti yang dikutip
Montolalu, dkk (2005:7.12) Tahapan – tahapan bermain air yaitu:
a. Tahap
pertama, eksplorasi sensori motor yang berhubungan dengan panca indera,tahap
ini anak mengenal sifat-sifat air.
b. Tahap
kedua , anak menggunakan pengalaman dan belajar mereka untuk satu
tujuan.bermain merupakan aktivitas anak dengan perencanaan dan
percobaan-percobaan.
c. Tahap
ketiga, anak-anak menyempurnakan hasil dari tahap-tahap sebelumnya. Pada tahap
ini pengalaman anak ditunjukkan dalam keruwetan kegiatan yang direncanakan
sendiri.
2.
Manfaat
Bermain Air
Bermain air tidak sekedar memberi kesenangan pada anak, namun dapat
memberikan manfaat bagi perkembangan anak.
a. Menurut
Montolalu, dkk (2005) ”Bermain air dapat memberi beberapa manfaat antara lain
untuk perkembangan motorik, kognitif, bahasa, sosial dan emosional.”
1) Untuk
perkembangan motorik kasar yaitu ketika anak membawa atau mengangkat
wadah-wadah yang berisi air, sedangkan untuk perkembangan motorik halus ketika
anak mengisi wadah dengan air. Anak-anak akan menggunakan koordinasi antara
otot jari-jarinya mata dan otaknya supaya air tidak tumpah.
2) Untuk
perkembangan kognitif ketika bermain air anak akan belajar mengenal bilangan
,mereka akan membilang berapa wadah yang sudah terisi air dan yang belum atau
jika airnya diberi warna anak akan
membilang banyaknya botol yang diisi air berwarna hijau dan banyaknya botol yang diisi air berwarna
kuning.anak juga akan mengenal konsep lebih banyak dan lebih sedikit serta mengenal ukuran satu botol berisi
berapa gelas air atau satu ember berisi berapa botol air dan seterusnya.
3) Untuk
perkembangan bahasa terjadi ketika anak berkomumikasi,bercakap-cakap dengan
temannya bahkan mereka dapat berdiskusi
tentang mainan yang mereka hadapi bahkan mereka dapat memecahkan masalah dan
menyampaikannya pada orang lain.selain itu mereka dapat menceritakan beberapa
pengalamnnya ketika bermain air.
4) Untuk
perkembangan sosial emosional terjadi ketika anak mengisi wadah dengan air , mereka
akan penuh rasa kehati-hatian, kesabaran dan ketekunan agar airnya tidak tumpah
atau berceceran kemana-mana. Anak memiliki keinginan yang kuat agar wadahnya terisi
air dengan penuh. Ketika bermain air
anak akan merasakan perasaan yang senang, percaya diri dan tidak pernah merasa
gagal karena media air dapat mereka gunakan secara berulang-ulang. Selain itu
anak dapat belajar hubungan sosial dengan temannya misal mereka akan saling
bertukar alat atau meminjamkan alat mainnya kepada temannya dan saling berkomunikasi.
b. Menurut
Lip Fariha
Manfaat dari
bermain air antara lain mengembangkan
motorik, melatih ketrampilan dan kemandirian, mengenalkan konsep jumlah,
membandingkan dan mengukur, mengembangkan kemampuan sensorik ,mengembangkan
empati dan kehangatan antar sesama, belajar bersyukur dan melatih kebiasaan
baik. (Lip Fariha , 2012)
Manfaat
dari bermain air menurut Lip Fariha ( 2012) akan diuraikan sebagai berikut:
1) Mengembangkan
motorik
Saat anak menuang dan membawa wadah berisi air
berarti kegiatan ini dapat mengembangkan kemampuan motorik anak baik motorik
kasar maupun motorik halus
2) Melatih
ketrampilan dan kemandirian
Saat anak menuang air, mengaduk dan membawa wadah
berisi air sendiri tanpa bantuan berarti dengan tidak terasa anak telah melatih
ketrampilan dan kemandirian.
3) Mengenalkan
konsep jumlah, membandingkan dan mengukur
Saat anak mengukur berapa jumlah air dalam wadah
anak telah belajar mengenal konsep jumlahada saat membandingkan isi wadah satu
dengan wadah yang lain anak juga belajar mengukur lebih banyak atau lebih
sedikit.
4) Mengembangkan
kemampuan sensorik
Dengan merasakan bentuk air melalui jari-jarinya dan
pengamatan melalui penglihatannya anak dengan tidak terasa telah mengembankan
kemampuan sensoriknya.
5) Mengembangkan
empati dan kehangatan antar sesama.
Saat bermain air anak akan bercakap-cakap,berkomunikasi
dengan temannya sehingga anak dapat mengembangkan empati dan kehangatan antar
sesama.
6) Belajar
bersyukur dan melatih kebiasaan baik
Dengan mengenal air anak akan mengenal pula siapa
pencipta air dan akan tumbuh rasa syukur pada sang pencipta karena dianugerahi
air yang melimpah .Ketika bermain air bersama dengan teman maka akan terjadi
komunikasi sehingga melalui komunikasi tersebut anak dapat mengembangkan
perasaan saling berbagi, saling membantu , mau mengucap terima kasih. Disamping
itu pula akan tumbuh rasa ingin menghemat air karena air itu banyak manfaatnya,
dan betapa sulitnya jika hidup tanpa air.
Jumat, 05 Februari 2016
Paud Melati Desa Wates Nganjuk
PERSONALIA PAUD MELATI
SEKILAS TENTANG LEMBAGA PAUD MELATI DESA
WATES
PAUD Melati Desa Wates terletak di Desa Wates Kecamatan
Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, tepatnya berada di sebelah barat Kecamatan
Tanjunganom berjarak ± 5 km dan dari jantung Kota Nganjuk berjarak ± 15 km ke
arah timur. PAUD Melati Desa Wates ini didirikan atas dasar hasil pemikiran dari
berbagai kalangan antara lain : Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat serta Para
Ulama, yang dirasakan sangat perlu adanya lembaga pendidikan non formal bagi anak
usia dini dalam upaya menyiapkan anak memasuki pendidikan formal ( TK dan SD ).
Sehingga muncul kebulatan tekat untuk mendirikan pendidikan non formal dalam
bentuk kelompok bermain atau yang lebih akrab dengan sebutan playgroup.
Kelompok bermain tersebut kemudian diberi nama Paud MELATI.
Keberadaan Paud disambut gembira oleh masyarakat Desa Wates dan
sekitarnya dengan dibuktikannya penerimaan murid baru (PMB) tahun pelajaran
2003-2004 , dan diluar dugaan ternyata yang daftar sangat banyak yaitu +
25 anak, dengan perincian laki-laki ada 15 anak dan perempuan ada 10 anak,
rata-rata berusia 3-4 tahun sedangkan tenaga pendidik yang ada dua orang yaitu
Bu Andra Retno Ningsih dan Firtris
Parmiati.
Sejak tahun
pelajaran 2003-2004 , itu maka proses belajar mengajar sudah berjalan dengan
lancar. Meskipun hanya menggunakan sarana dan prasarana yang seadanya, namun
para tenaga pendidik yang ada berusaha untuk maju dan berjuang demi kelancaran proses
belajar mengajar. Hal ini dibuktikan secara rutin tiap bulan lembaga Paud
Melati selalu melaksanakan pelaporan ke
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang disebut Lapor Bulan. Sampai akhirnya PAUD
Melati Desa Wates mendapatkan pengakuan secara sah dan resmi.
Dari tahun
ke tahun Lembaga Paud Melati Desa Wates sedikit demi sedikit berupaya
meningkatkan pengadaan sarana dan
prasarana belajar , yang pendanaannya berasal dari sumbangan wali murid secara
sukarela.
Program Kegiatan Belajar Mengajar dan penyelenggaraan kegiatan dilaksanakan
dengan bekerja sama dengan wali murid, yayasan, guru dan komponen masyarakat
secara bertahap dan berkesinambungan, dimulai dari pengadaan stempel Paud ,
almari tempat administrasi, papan tulis, media pembelajaran, alat-alat
permainan baik di dalam maupun di luar ruangan. Sedangkan ruangan kegiatan belajar
mengajar masih meminjam di ruang PKK Desa Wates berukuran 3,5 x 7 m², dengan kondisi yang sangat sederhana,Namun demikian kami tetap semangat dan tiada kata menyerah demi Pendidikan Anak Usia Dini.
Visi Paud Melati
VISI : “ Unggul Dalam Prestasi, Berbudi Pekerti Luhur, Berdasarkan Iman
dan taqwa”.
Misi Paud Melati
1
Menyelenggarakan pembelajaran dan
bimbingan secara efektif dan efisien sehingga peserta didik mampu menyesuaikan
diri dengan lingkungan hidupnya.
2
Membantu dan memotivasi setiap peserta
didik untuk mengenal dirinya sehingga dapat berkembang dengan optimal sesuai
dengan potensinya.
3
Menumbuhkan dan membimbing peserta didik secara efektif dan efisien,
sehingga anak memiliki sikap dan perilaku serta kemampuan dasar yang optimal
sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya.
4
Meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan
tuntutan masyarakat dan standar kompetensi
Paud untuk mempersiapkan anak
didik memasuki jenjang pendidikan dasar.
5
Menumbuhkan perkembangan kehidupan
beragama, sehingga anak didik memiliki akhlak dan budi pekerti luhur, beriman
dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Tujuan Paud Melati
1
Melaksanakan pendidikan dan pembelajaran
bagi anak usia dini yang
2
terencana dan terprogram, namun tetap
memperhatikan tingkat perkembangan anak
3
Melaksanakan kegiatan/proses belajar
mengajar disesuaikan dengan kebutuhan, minat dan kemampuan anak didik.
4
Melaksanakan program pembelajaran anak
usia dini yang disusun berdasarkan
karakteristik dan kebutuhan anak dalam rangka mengembangkan seluruh potensi
anak secara optimal.
Langganan:
Komentar (Atom)






