Selasa, 26 April 2016

MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI PAUD MELATI






 GERAKAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI
PAUD MELATI DESA WATES

Gerakan  motorik kasar adalah kemampuan yang membutuhkan koordinasi sebagian besar bagian tubuh anak.oleh karena itu biasanya memerlukan tenaga karena dilakukan oleh otot –otot yang lebih besar.pengembangan gerakan motorik kasar juga memerlukan koordinasi kelompok otot otot anak yang tertentuyang dapat membuat mereka dapat meloncat, memanjat, berlari, naik sepeda roda tiga serta berdiri dengan satu kaki.

                 


Gerakan motorik kasar melibatkan aktivitas otot tangan, kaki, dan seluruh tubuh anak. Gerakan ini mengandalkan kematangan dalam koordinasi. Berbagai gerakan motorik kasar yang dicapai anak tentu sangat berguna bagi kehidupannya kelak.dalam perkembangannya, motorik kasar berkembang lebih dulu daripada motorik halus.hal ini dapat dilihat saat anak sudah dapat menggunakan otot-otot kakinya untuk berjalan sebelum ia dapat mengontrol tangan dan jarinya untuk menggunting dan meronce.

Rabu, 17 Februari 2016

Persiapan Kemampuan Membaca pada Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Belajar Sambil Bermain dan Bermain Sambil Belajar

Persiapan Kemampuan Membaca
(VISUAL, AUDITORY & KOORDINASI GERAKAN OTOT BICARA)
Membaca adalah aktifitas belajar yang dominan memerlukan indera visual dan juga melibatkan fungsi penginderaan lain di otak.
Kemampuan yang diperlukan untuk membaca
         Mengenal bentuk
         Mengenal perbedaan bunyi huruf
         Mengenal rangkaian (pola)
         Mengenal perbedaan intonasi

Persiapan Kemampuan Menulis
         Visual Attention/recognition: perhatian visual mengenai bentuk huruf-huruf dan mengenalnya kembali
         Motorik: gerakan motorik halus (fine motor)
         Visuo senso motorik: gerakan tangan yg dikoordinasikan oleh mata dan rasaan propioseptic
         Visuo Spasial: kemampuan menempatkan posisi tubuh dalam ruang atau posisi alat gerak terhadap tubuh
Visual auditorik memori: mengenal kembali apa yang pernah ditulis dan di dengar
Kemampuan yang diperlukan untuk membaca dan menulis
         Mengenal bentuk
         Mengenal perbedaan bunyi huruf
         Mengenal rangkaian (pola)
         Kekuatan jari-jari tangan
         Kelenturan gerakan  pergelangan tangan

Ma   Main yang mendukung keaksaraan untuk anak usia 1-2 tahun
                     Bernyanyi lagu dengan irama sederhana yang diulang-ulang disertai gerakan sederhana
         Membacakan buku yang sudah dikenal anak
         Mengajak anak bertepuk tangan mengikuti irama
         Menyebut nama anak dengan perlahan menurut suku katanya.
         Bermain dengan berbagai bentuk
         Bermain puzzle tunggal
         Melibatkan anak saat membereskan mainan yang sudah digunakannya untuk mengenalkan klasifikasi.
         Memperkuat motorik kasar anak dengan membolehkan anak berlari, dan bergerak bebas, serta melatih kekuatan motorik halusnya dengan cara memegang, meremas, menjumput, menjepit, merobek kertas, dll.

Kegiatan yang mendukung kemampuan menulis anak 2-3 tahun
         Membuat coretan pada kertas besar dengan crayon atau spidol.
         Membuat coretan dengan batang kayu di tanah atau pasir
         Melukis dengan cat jari
         Menjepit biji-bijian atau buah-buahan terbuat dari kayu dengan wadah dan penjepit.
         Mengocok air sabun dengan alat pengocok telur
         Meremas: daun, koran bekas, parutan kelapa, ublek, tanah lempung, playdough, dll.
         Mencetak playdough, tanah liat, pasir basah dengan cetakan huruf
         Kegiatan menggunting: kertas bekas dengan berbagai ketebalan, daun, atau bahan lainnya
          
Gambar tahap menggunting



         Gambar tahap menggambar/melukis


         Gambar tahap meronce


         Gambar tahap menulis


Main keaksaraan untuk mendukung kemampuan membaca anak usia 4-6 tah
          Buku – buku – buku – buku
         Membolehkan anak untuk memilih buku cerita yang diminatinya
         Menuliskan nama anak, lalu anak menyusunnya dengan menggunakan kartu huruf
         Menuliskan kegiatan yang dikerjakan anak, misalnya menuliskan menu bila praktek memasak, menuliskan ceritanya.
         Mendiskusikan kata baru yang didapatkan dari buku bacaan.
         Bermain menyelesaikan kata, misalnya bo + la = bola
         Menggabungkan kartu suku kata dengan mencocokkan kata yang telah dibuat kader
         Memancing kartu huruf sesuai nama sendiri
         Mencetak huruf dengan playdough sesuai dengan namanya
         Mencari kartu yang bertuliskan nama temannya
         Membaca puisi yang memuat kata-kata yang hampir sama hurufnya, misalnya Tari senang menari, Tari juga senang berlari, dst
         Membuat cerita dari kumpulan kalimat yang diucapkan anak. 
         Menuliskan nama anak dengan mengubah huruf awal dengan huruf yang sedang diperkenalkan, misalnya mengenalkan huruf S, nama Kania jadi Sania, Tiara menjadi Siara, dst. Anak diminta untuk membaca nama dan menebak nama siapa yang dituliskan.

         Mengelompokkan nama binatang yang huruf depannya sama, misalnya katak, kura-kura, kadal, dst. 

Selasa, 16 Februari 2016

Asyiknya Bermain Air di Paud Melati Wates

 Bermain Air
     Bermain dengan air merupakan salah satu kesenangan anak dan banyak sekali manfaatnya bagi perkembangan anak antara lain perkembangan kognitif,bahasa,motorik dan sosial emosional .Bermain air menawarkan banyak kemungkinan bagi anak mengungkapkan gagasan-gagasan serta perasaan mereka secara alami.Pengalaman menyentuh dan merasakan air melalui jari-jarinya memberikan kemungkinan pembelajaran yang kaya. Pendidik dapat mengarahkan permainan tersebut agar anak dapat memiliki berbagai pengalaman tentang air.




1.      Tahapan-tahapan bermain air.
      Menurut Dodge seperti yang dikutip Montolalu, dkk (2005:7.12) Tahapan – tahapan bermain air yaitu:
a.       Tahap pertama, eksplorasi sensori motor yang berhubungan dengan panca indera,tahap ini anak mengenal sifat-sifat air.
b.      Tahap kedua , anak menggunakan pengalaman dan belajar mereka untuk satu tujuan.bermain merupakan aktivitas anak dengan perencanaan dan percobaan-percobaan.
c.       Tahap ketiga, anak-anak menyempurnakan hasil dari tahap-tahap sebelumnya. Pada tahap ini pengalaman anak ditunjukkan dalam keruwetan kegiatan yang direncanakan sendiri.

2.      Manfaat Bermain Air
     Bermain air tidak sekedar memberi kesenangan pada anak, namun dapat memberikan manfaat bagi perkembangan anak.

a.       Menurut Montolalu, dkk (2005) ”Bermain air dapat memberi beberapa manfaat antara lain untuk perkembangan motorik, kognitif, bahasa, sosial dan emosional.”
1)      Untuk perkembangan motorik kasar yaitu ketika anak membawa atau mengangkat wadah-wadah yang berisi air, sedangkan untuk perkembangan motorik halus ketika anak mengisi wadah dengan air. Anak-anak akan menggunakan koordinasi antara otot jari-jarinya mata dan otaknya supaya air tidak tumpah.

2)      Untuk perkembangan kognitif ketika bermain air anak akan belajar mengenal bilangan ,mereka akan membilang berapa wadah yang sudah terisi air dan yang belum atau jika airnya diberi warna anak akan  membilang banyaknya botol yang diisi air berwarna hijau dan  banyaknya botol yang diisi air berwarna kuning.anak juga akan mengenal konsep lebih banyak dan lebih sedikit  serta mengenal ukuran satu botol berisi berapa gelas air atau satu ember berisi berapa botol air dan seterusnya.
3)      Untuk perkembangan bahasa terjadi ketika anak berkomumikasi,bercakap-cakap dengan temannya  bahkan mereka dapat berdiskusi tentang mainan yang mereka hadapi bahkan mereka dapat memecahkan masalah dan menyampaikannya pada orang lain.selain itu mereka dapat menceritakan beberapa pengalamnnya ketika bermain air.

4)      Untuk perkembangan sosial emosional terjadi ketika anak mengisi wadah dengan air , mereka akan penuh rasa kehati-hatian, kesabaran dan ketekunan agar airnya tidak tumpah atau berceceran kemana-mana. Anak memiliki keinginan yang kuat agar wadahnya terisi  air dengan penuh. Ketika bermain air anak akan merasakan perasaan yang senang, percaya diri dan tidak pernah merasa gagal karena media air dapat mereka gunakan secara berulang-ulang. Selain itu anak dapat belajar hubungan sosial dengan temannya misal mereka akan saling bertukar alat atau meminjamkan alat mainnya kepada temannya dan saling berkomunikasi.

b.      Menurut Lip Fariha
Manfaat dari bermain air  antara lain mengembangkan motorik, melatih ketrampilan dan kemandirian, mengenalkan konsep jumlah, membandingkan dan mengukur, mengembangkan kemampuan sensorik ,mengembangkan empati dan kehangatan antar sesama, belajar bersyukur dan melatih kebiasaan baik. (Lip Fariha , 2012)

Manfaat dari bermain air menurut Lip Fariha ( 2012) akan diuraikan sebagai berikut:
1)      Mengembangkan motorik
Saat anak menuang dan membawa wadah berisi air berarti kegiatan ini dapat mengembangkan kemampuan motorik anak baik motorik kasar maupun motorik halus

2)      Melatih ketrampilan dan kemandirian
Saat anak menuang air, mengaduk dan membawa wadah berisi air sendiri tanpa bantuan berarti dengan tidak terasa anak telah melatih ketrampilan dan kemandirian.

3)      Mengenalkan konsep jumlah, membandingkan dan mengukur
Saat anak mengukur berapa jumlah air dalam wadah anak telah belajar mengenal konsep jumlahada saat membandingkan isi wadah satu dengan wadah yang lain anak juga belajar mengukur lebih banyak atau lebih sedikit.

4)      Mengembangkan kemampuan sensorik
Dengan merasakan bentuk air melalui jari-jarinya dan pengamatan melalui penglihatannya anak dengan tidak terasa telah mengembankan kemampuan sensoriknya.
5)      Mengembangkan empati dan kehangatan antar sesama.
Saat bermain air anak akan bercakap-cakap,berkomunikasi dengan temannya sehingga anak dapat mengembangkan empati dan kehangatan antar sesama.

6)      Belajar bersyukur dan melatih kebiasaan baik
Dengan mengenal air anak akan mengenal pula siapa pencipta air dan akan tumbuh rasa syukur pada sang pencipta karena dianugerahi air yang melimpah .Ketika bermain air bersama dengan teman maka akan terjadi komunikasi sehingga melalui komunikasi tersebut anak dapat mengembangkan perasaan saling berbagi, saling membantu , mau mengucap terima kasih. Disamping itu pula akan tumbuh rasa ingin menghemat air karena air itu banyak manfaatnya, dan betapa sulitnya jika hidup tanpa air.


Jumat, 05 Februari 2016

Paud Melati Desa Wates Nganjuk




PERSONALIA PAUD MELATI 






                                                        SEKILAS TENTANG LEMBAGA PAUD MELATI DESA WATES


PAUD Melati Desa Wates terletak di Desa Wates Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, tepatnya berada di sebelah barat Kecamatan Tanjunganom berjarak ± 5 km dan dari jantung Kota Nganjuk berjarak ± 15 km ke arah timur. PAUD Melati Desa Wates ini didirikan atas dasar hasil pemikiran dari berbagai kalangan antara lain : Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat serta Para Ulama, yang dirasakan sangat perlu adanya lembaga pendidikan non formal bagi anak usia dini dalam upaya menyiapkan anak memasuki pendidikan formal ( TK dan SD ). Sehingga muncul kebulatan tekat untuk mendirikan pendidikan non formal dalam bentuk kelompok bermain atau yang lebih akrab dengan sebutan playgroup. Kelompok bermain tersebut kemudian diberi nama Paud  MELATI.  Keberadaan Paud disambut gembira oleh masyarakat Desa Wates dan sekitarnya dengan dibuktikannya penerimaan murid baru (PMB) tahun pelajaran 2003-2004 , dan diluar dugaan ternyata yang daftar sangat banyak yaitu + 25 anak, dengan perincian laki-laki ada 15 anak dan perempuan ada 10 anak, rata-rata berusia 3-4 tahun sedangkan tenaga pendidik yang ada dua orang yaitu Bu Andra Retno Ningsih  dan Firtris Parmiati.
Sejak tahun pelajaran 2003-2004 , itu maka proses belajar mengajar sudah berjalan dengan lancar. Meskipun hanya menggunakan sarana dan prasarana yang seadanya, namun para tenaga pendidik yang ada berusaha untuk  maju dan berjuang demi kelancaran proses belajar mengajar. Hal ini dibuktikan secara rutin tiap bulan lembaga Paud Melati selalu melaksanakan  pelaporan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang disebut Lapor Bulan. Sampai akhirnya PAUD Melati Desa Wates mendapatkan pengakuan secara sah dan resmi.
Dari tahun ke tahun Lembaga Paud Melati Desa Wates sedikit demi sedikit berupaya meningkatkan  pengadaan sarana dan prasarana belajar , yang pendanaannya berasal dari sumbangan wali murid secara sukarela.
Program Kegiatan Belajar Mengajar dan penyelenggaraan kegiatan dilaksanakan dengan bekerja sama dengan wali murid, yayasan, guru dan komponen masyarakat secara bertahap dan berkesinambungan, dimulai dari pengadaan stempel Paud , almari tempat administrasi, papan tulis, media pembelajaran, alat-alat permainan baik di dalam maupun di luar ruangan. Sedangkan ruangan kegiatan belajar mengajar masih meminjam di ruang PKK Desa Wates  berukuran 3,5 x 7 m²,  dengan kondisi yang sangat sederhana,Namun demikian kami tetap semangat dan tiada kata menyerah demi Pendidikan Anak Usia Dini.


 




 Visi Paud Melati



VISI : “ Unggul Dalam Prestasi, Berbudi Pekerti Luhur, Berdasarkan Iman dan taqwa”.



 Misi Paud Melati



1        Menyelenggarakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif dan efisien sehingga peserta    didik mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya.

2        Membantu dan memotivasi setiap peserta didik untuk mengenal dirinya sehingga dapat           berkembang dengan optimal sesuai dengan potensinya.

3        Menumbuhkan dan membimbing  peserta didik secara efektif dan efisien, sehingga anak         memiliki sikap dan perilaku serta kemampuan dasar yang optimal sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangannya.

4        Meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan tuntutan masyarakat dan standar kompetensi  Paud  untuk mempersiapkan anak didik memasuki jenjang pendidikan dasar.

5        Menumbuhkan perkembangan kehidupan beragama, sehingga anak didik memiliki akhlak      dan budi pekerti luhur, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.





 Tujuan Paud Melati



1        Melaksanakan pendidikan dan pembelajaran bagi anak usia dini  yang 

2        terencana dan terprogram, namun tetap memperhatikan tingkat perkembangan anak

3        Melaksanakan kegiatan/proses belajar mengajar disesuaikan dengan kebutuhan, minat dan    kemampuan anak didik.

4        Melaksanakan program pembelajaran anak usia dini yang  disusun berdasarkan karakteristik dan kebutuhan anak dalam rangka mengembangkan seluruh potensi anak secara optimal.